Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menjamin seluruh hewan kurban di wilayahnya dalam kondisi sehat.
Satu minggu menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, petugas memastikan tidak ada temuan penyakit menular pada hewan ternak di berbagai lokasi peternakan.
Langkah pengawasan ketat ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hendak menunaikan ibadah kurban. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh ke setiap kantong peternakan di Kota Bengkulu.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Bengkulu drh. Henny Kusuma Dewi, menegaskan bahwa situasi di lapangan hingga saat ini sangat terkendali. Petugas belum menemukan adanya indikasi infeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun virus Jembrana yang biasanya menjadi ancaman bagi populasi sapi.
“Sejauh ini hasil pemantauan kami di lapangan, Alhamdulillah tidak ditemukan adanya hewan ternak yang terjangkit PMK maupun penyakit Jembrana. Kondisi ternak di Kota Bengkulu masih aman dan sehat,” ujar Henny, Kamis (21/5/26).
Guna mengantisipasi potensi penularan, Dispangtan memaksimalkan pendistribusian benteng pertahanan bagi hewan kurban. Pada tahun anggaran 2026 ini, Kota Bengkulu sukses mengamankan ratusan kuota vaksin spesifik dari pemerintah pusat.
Adapun rincian alokasi vaksin yang dikerahkan meliputi, 500 dosis vaksin PMK untuk mencegah infeksi virus pada kuku dan mulut sapi.300 dosis vaksin Jembrana khusus untuk menjaga imunitas sapi Bali dari demam Jembrana.
Penyuntikan vaksin ini terus digulirkan secara bertahap langsung ke kandang-kandang milik peternak lokal. Dispangtan memastikan proses pemantauan klinis tidak akan kendor hingga hari pemotongan hewan kurban tiba.
“Kami akan terus melakukan vaksinasi dan pemantauan kesehatan hewan ternak hingga menjelang Idul Adha nanti, agar masyarakat merasa aman saat membeli hewan qurban,” tambah Henny.
Selain mengandalkan vaksinasi dan razia posko kesehatan, Dispangtan juga meminta kerja sama penuh dari para pelaku usaha peternakan. Partisipasi aktif peternak dinilai menjadi kunci utama dalam mendeteksi dini potensi wabah di lingkungan sekitar.
Pihak dinas mengimbau para peternak untuk tidak ragu melaporkan setiap anomali perilaku atau gejala fisik mencurigakan pada hewan peliharaan mereka. Dengan pelaporan yang cepat, tim medis dari Dispangtan dapat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan medis secara tepat guna mencegah penularan yang lebih luas. (**)
