Bengkulu, InfoPublik – Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Kota Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal stabilitas fiskal daerah.
Pada Senin (02/03/2026), Pansus menggelar rapat kerja lanjutan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Ruang Rapat DPRD Kota Bengkulu untuk membedah potensi serta kendala pemungutan pajak dan retribusi.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus PAD Pudi Hartono dan dihadiri oleh jajaran anggota Pansus lainnya.
Fokus utama dalam pertemuan kali ini adalah mengevaluasi secara menyeluruh sektor Pajak Parkir dan Retribusi Parkir, yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan kontribusinya terhadap kas daerah.
Salah satu poin krusial yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah desakan Pansus untuk segera melaksanakan uji petik di lapangan. Langkah ini dianggap mendesak guna membandingkan data administratif yang dilaporkan dengan fakta volume kendaraan di titik-titik parkir potensial.
“Kami ingin memastikan bahwa sistem pungutan yang berjalan saat ini benar-benar transparan. Uji petik akan memberikan gambaran riil mengenai potensi PAD kita, sehingga target yang ditetapkan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan berdasarkan realitas di lapangan,” tegas Pudi Hartono di sela-sela rapat.
Selain pembenahan sistem di pinggir jalan umum (retribusi), Pansus juga membidik pajak parkir dari sektor usaha swasta. Dalam waktu dekat, DPRD menjadwalkan pertemuan khusus dengan sejumlah pengelola perusahaan ritel modern dan pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu.
Kerja sama dengan pelaku usaha ritel ini bertujuan untuk menyinkronkan data transaksi parkir serta memastikan sistem pemungutan pajak parkir berjalan sesuai dengan regulasi terbaru.
Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya potensi kebocoran pendapatan yang sering kali terjadi akibat lemahnya pengawasan pada area parkir kelolaan swasta.
Pansus berharap, melalui rangkaian rapat dan peninjauan lapangan ini, Bapenda Kota Bengkulu dapat lebih progresif dalam melakukan inovasi pemungutan, termasuk digitalisasi sistem parkir jika memungkinkan.
Langkah tegas ini diambil mengingat PAD merupakan motor utama pembangunan di Kota Bengkulu. Dengan optimalnya sektor parkir, diharapkan APBD Kota Bengkulu semakin kuat untuk membiayai program-program pro-rakyat ke depannya. (MCKB R.Novri)
