Bengkulu, InfoPublik – Pada bulan Februari 2026, di kota Bengkulu terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,74 persen, inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,60 persen, dan deflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 108,80.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati pada kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Februari 2026 di Kantor BPS Kota Bengkulu, Senin (2/3/2026).

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,42 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,98 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 18,05 persen; kelompok transportasi sebesar 0,47 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,25 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,91 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,22 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,54 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks (deflasi), yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,33 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,33 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 8,31 persen.

Penyumbang utama inflasi y-on-y adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil sebesar 2,28 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan dencis, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi adalah kelompok pendidikan sebesar 0,51 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain Sekolah Menengah Atas, cabai merah, bensin, cabe rawit, dan tarif rumah sakit.

Penyumbang utama inflasi m-to-m adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,45 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain cabai merah, daging ayam ras, emas perhiasan, ikan dencis, dan nasi dengan lauk.

Sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi adalah kelompok transportasi sebesar 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain bensin, telur ayam ras, santan segar, jeruk dan stoples.

Turut mengikuti Rilis BRS ini, dinas terkait, para statistisi di BPS Kota Bengkulu, serta media massa. (**)

error: Content is protected !!