Bengkulu, InfoPublik – Menjelang lonjakan wisatawan pada masa libur Lebaran, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengambil langkah drastis untuk mengakhiri praktik atau penjualan dengan harga tidak wajar di kawasan wisata Pantai Panjang.
Dalam pertemuan langsung dengan para pedagang, Walikota menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) tidak akan memberikan toleransi lagi terhadap oknum pelaku usaha yang merusak citra pariwisata daerah.
Walikota menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Satpol PP Kota Bengkulu untuk melakukan pengawasan ketat di lapangan.
Pemkot secara resmi akan memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk sejumlah komoditas kuliner yang selama ini sering dikeluhkan harganya oleh pengunjung.
“Tidak boleh terjadi lagi. Saya sudah wanti-wanti, Kadis Pariwisata dan Kasat Pol PP. Jika masih ada pelaku usaha di kawasan wisata yang menjual dagangan harga gila-gilaan, maka kita sanksi tegas. Tidak boleh lagi berjualan,” tegas Dedy Wahyudi di hadapan para pedagang.
Beberapa poin standarisasi harga yang akan diterapkan antara lain kelapa muda murni Rp10.000, es teh & air mineral, Rp5.000. Tarif Parkir, motor Rp2.000 dan mobil Rp3.000.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Walikota menjelaskan bahwa para pedagang beroperasi di atas lahan milik pemerintah tanpa dikenakan biaya sewa lahan selama ini.
Oleh karena itu, pemerintah memiliki kewajiban moral dan otoritas untuk mengatur harga demi kenyamanan publik.
“Kecuali menjual di rumah pribadi, silakan harga selangit. Tapi di sini (Pantai Panjang), kita sedang membangun industri pariwisata yang ramah, aman, dan nyaman,” tambahnya.
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan, Pemkot Bengkulu akan memasang baliho dan spanduk besar di sepanjang pesisir Pantai Panjang yang memuat daftar harga resmi makanan dan tarif parkir.
Wisatawan yang menjadi korban pemerasan harga atau pungli diminta tidak ragu untuk melapor. Di setiap spanduk akan tertera nomor WhatsApp pengaduan langsung ke Walikota, Kadis Pariwisata, dan Kasat Pol PP.
Dedy berharap dengan hilangnya praktik harga mahal yang tidak masuk akal, kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan seperti Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, dan Belungguk Point akan meningkat pesat.
“Kalau Bengkulu dikunjungi banyak wisatawan, maka akan terjadi multiplier effect. UMKM akan tumbuh, hotel akan penuh, dan perputaran uang di masyarakat semakin besar,” tutupnya. (MCKB R.Novri)
