Bengkulu, InfoPublik – Suasana di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu tampak berbeda dan jauh lebih semarak dari biasanya.

Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memenuhi lorong-lorong pasar untuk berbelanja, menindaklanjuti instruksi langsung dari Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Aksi borong dagangan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghidupkan kembali geliat ekonomi di dalam pasar, sekaligus mendukung penataan kota yang lebih rapi.

Walikota menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar seremoni. Pemkot Bengkulu kini mewajibkan seluruh ASN, PPPK, hingga jajaran satuan kerja (SPPG) untuk menjadi garda terdepan dalam meramaikan pasar tradisional.

“Ayo adik sanak, kito belanjo di dalam pasar,” ujar Dedy dalam imbauannya yang bertujuan mengajak masyarakat beralih dari belanja di trotoar atau badan jalan ke lokasi resmi yang telah disediakan yakni dalam pasar.

Langkah ini juga mengiringi proses relokasi puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Jalan KZ Abidin I ke dalam area PTM agar estetika kota tetap terjaga.

Kehadiran ribuan “pembeli berseragam” ini disambut haru dan antusias oleh para pedagang yang selama ini mengeluhkan sepinya pembeli akibat maraknya belanja online dan pedagang luar pasar.

Mama Romo, Penjual Ikan. Ia mengaku sangat gembira melihat keramaian yang tidak biasa ini.

“Biasanya hari-hari kemarin sepi, kami bisa mengantuk gara-gara nggak ada orang belanja. Puji Tuhan, kami sangat mendukung para pemimpin kota kalau ASN dianjurkan belanja ke dalam biar penghasilan kami meningkat,” tuturnya dengan penuh syukur.

Kemudian Ibu Karmila, Penjual Ayam. Bagi Karmila, kedatangan para pejabat dan pegawai pemerintah adalah berkah instan.

“Senang sekali, lumayan kalau ibu-ibu dan bapak pejabat itu datang, ayam kami dibeli. Harapannya kalau bisa seminggu sekali atau setiap hari ada agenda seperti ini, supaya semua pedagang di dalam bisa laku dagangannya,” ucapnya.

Selain memobilisasi pembeli, Pemkot Bengkulu juga memberikan stimulus berupa gratis sewa lapak selama 3 bulan bagi para pedagang yang bersedia direlokasi ke dalam PTM. Hal ini dilakukan agar para pedagang tidak merasa terbebani di masa awal perpindahan mereka.

Aksi ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat umum untuk kembali menjadikan pasar tradisional sebagai tujuan utama berbelanja, menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, serta menjadikan Kota Bengkulu lebih tertib dan nyaman. (MCKB R.Novri/ Sendy/ Okky/Aang)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!