Bengkulu, InfoPublik – Hanya dalam hitungan hari, suasana tegang di Kota Bengkulu berubah drastis menjadi penuh cair.
Konflik antara puluhan supir truk sampah TPA Sebakul dengan Pemerintah Kota yang sempat memanas bahkan berujung pada aksi pembuangan sampah di halaman Kantor Wali Kota dan DPRD resmi berakhir dengan jabat tangan erat.
Gedung Merah Putih, yang biasanya menjadi saksi agenda formal pemerintahan, kali ini riuh oleh tawa para supir.
Dedi, ketua rombongan supir pengangkut sampah tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengakui bahwa kejadian emosional beberapa hari lalu justru membuka pintu dialog yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Ada hikmahnya. Kalau tidak ada kejadian kemarin, mungkin kami belum tentu bisa duduk dan makan bersama di Gedung Merah Putih ini,” ungkap Dedi penuh haru.
Tak hanya saling memaafkan, pertemuan ini juga melahirkan komitmen segar. Para supir secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap penyegaran struktur organisasi di Dinas Lingkungan Hidup baru-baru ini.
Tidak ada lagi kubu yang salah atau benar, yang ada hanyalah warga yang ingin melihat Bengkulu bersih, sejuk, dan nyaman.
Dengan selesainya konflik ini, pemerintah kota berkomitmen untuk terus memperhatikan akses jalan TPA Sebakul yang menjadi pemicu utama protes, sembari memastikan kesejahteraan para pejuang kebersihan di lapangan tetap terjaga. (MCKB R.Novri)
