Bengkulu, InfoPublik – Memasuki tahun baru 2026, atmosfer kerja di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu langsung tancap gas.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) kegiatan dan program pemerintah untuk memastikan seluruh mesin birokrasi bergerak dalam satu visi yang sama
Rakor yang digelar pada awal Januari 2026 ini dihadiri oleh Pj Sekda Tony Elfian, para Asisten, Kepala OPD, hingga Camat dan Lurah. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penyamaan frekuensi bagi seluruh jajaran Pemkot Bengkulu.
Dalam arahannya, Dedy mengingatkan bahwa mengurus kota dengan penduduk sebanyak 403.817 jiwa tidak bisa dilakukan sendirian.
“Pemimpin yang dipilih rakyat hanya punya dua tangan. Tidak mungkin kami berdua bisa mengurus semua hal. Perlu campur tangan Bapak/Ibu semua, Kepala OPD, Kepala Sekolah, Camat, hingga Puskesmas. Kita harus satu komando agar tidak ada lagi yang bingung harus berbuat apa,” tegas Dedy di hadapan jajaran Pemkot.
Dedy juga memberikan pesan terkait evaluasi kinerja. Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) meninggalkan kebiasaan atau “tabiat” tahun 2025 yang tidak membawa kemajuan bagi kota. Salah satu yang disorot tajam adalah kurangnya pemahaman pejabat terhadap tugas mereka di lapangan.
“Ke depan, jangan ada lagi yang tidak paham tugasnya. Buka aturan, Lurah itu bukan cuma urus SKTM atau administrasi saja. Lurah adalah Walikota di wilayahnya. Masalah sampah, warga yang berduka, hingga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab anda,” tambahnya.
Ada yang unik dalam Rakor kali ini. Untuk mempertegas tanggung jawab wilayah, Walikota mengadopsi istilah penjenjangan pemimpin agar pelayanan lebih responsif.
Pertama, Walikota sebagai pemimpin tingkat kota (tingkat 1). Camat sebagai Walikota tingkat kecamatan (tingkat 2). Kemudian Lurah sebagai Walikota tingkat kelurahan (tingkat 3) dan terakhir, Ketua RT sebagai Walikota tingkat lingkungan (RT).
Dengan filosofi ini, setiap persoalan masyarakat diharapkan bisa langsung tuntas di tingkat bawah tanpa harus menunggu instruksi dari atas.
“Jika semua sudah satu frekuensi dan merasa diri sebagai pemimpin di wilayahnya masing-masing, maka Kota Bengkulu akan jauh lebih maju di tahun 2026 ini,” pungkas Dedy optimis.
Rapat koordinasi ini rencananya akan rutin dilaksanakan setiap awal bulan guna menjaga konsistensi pelayanan kepada masyarakat Bumi Merah Putih. (MCKB R. Novri/ Farizal)
