Bengkulu, InfoPublik – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing, Pj Sekda Tony Elfian, para Staf Ahli, Kepala OPD terkait melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan Pasar Barukoto 1 dan 2, Minggu (4/1/26).
Langkah ini diambil untuk memastikan percepatan pengerjaan fisik agar pasar bersejarah tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Saat ini, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai 80 persen. Pengerjaan sisa 20 persen meliputi penataan akses jalan di lingkungan pasar serta penambahan aksesori bangunan untuk meningkatkan estetika gedung.
Adapun beberapa tujuan utama dalam revitalisasi total kawasan Barukoto, mulai dari membangkitkan ekonomi kota tua, mengembalikan masa kejayaan kawasan Barukoto yang pernah menjadi pusat ekonomi utama Bengkulu pada tahun 80-an hingga 90-an.
Menjadi pusat wisata kuliner. Pasar Barukoto dirancang menjadi sentra ekonomi baru dengan konsep modern dan bersih, khususnya sebagai tempat wisata kuliner khas Bengkulu.
Selain itu, kenyamanan pedagang dan pembeli dengan menyediakan fasilitas perdagangan yang lebih layak, terang, dan tertata rapi agar warga merasa bahagia serta nyaman saat berbelanja.
Kemudian, memperbaiki drainase dan jalan di sekitar pasar guna menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi di pusat kota lama.
Dedy menjelaskan, sisa anggaran tahun 2025 memang belum mencukupi untuk penyelesaian 100 persen. Oleh karena itu, Pemkot akan segera menyelesaikan proses administrasi dan lelang sisa pengerjaan pada awal tahun anggaran 2026 ini.
“Kita mengupayakan percepatan agar target operasional yang semula pertengahan tahun, atau bisa dimajukan menjadi Februari atau Maret 2026. Mohon doanya, mudah-mudahan lancar,” ujar Dedy.
“Kami ingin memastikan pasar ini menjadi kado bagi warga Kota Bengkulu, sehingga pedagang bisa segera menempati gedung yang lebih modern ini,” imbuhnya.
Dengan rampungnya pasar ini nanti, Pemerintah Kota berharap kawasan Kampung Tua kembali menjadi magnet pertumbuhan ekonomi yang mampu menyejahterakan para pelaku usaha mikro di Kota Bengkulu. (MCKB R. Novri/ Farizal)
