Bengkulu – Di bawah cahaya lampu kota yang mulai menyala saat senja, sebuah transformasi besar tengah menyapa wajah Ibu Kota Provinsi Bengkulu. Jalan S. Parman yang biasanya hanya menjadi lintasan kendaraan, kini bersiap menjelma menjadi Belungguk Point, sebuah ruang publik paling indah yang memadukan denyut modernitas dengan warisan luhur Bumi Merah Putih.

Belungguk” Tempat Berkumpul, Tempat Bertumbuh

Nama “Belungguk” diambil dari bahasa lokal yang berarti berkumpul atau berhimpun. Sesuai namanya, proyek yang direncanakan diresmikan pada 27 Desember 2025 ini bukan sekadar renovasi trotoar biasa. Ini adalah sebuah upaya besar Pemerintah Kota Bengkulu untuk memberikan panggung bagi warganya.

“Kami ingin menciptakan ruang di mana setiap orang merasa memiliki Bengkulu. Ini bukan hanya soal jalan, tapi soal bagaimana komunitas, seni, dan ekonomi kecil bisa bertemu di satu titik,” ujar Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam sebuah kesempatan.

Estetika Batik di Atas Trotoar

Keajaiban Belungguk Point dimulai tepat di bawah kaki Anda. Trotoar di depan RSUD Harapan dan Doa (RSHD) hingga Simpang Skip kini dihiasi dengan motif Batik Besurek.

Pemandangan ini diklaim sebagai jalur pedestrian bermotif batik pertama di dunia yang dipadukan dengan aksen abstrak warna-warni. Tak hanya itu,

Setiap langkah di sini terasa seperti menyusuri galeri seni terbuka. Pohon-pohon yang berjejer di sepanjang jalan pun tak kalah menawan. Mereka dibekali teknologi pencahayaan yang bisa berubah warna setiap beberapa detik, menciptakan suasana magis yang sangat Instagrammable.

Nafas Baru Ekonomi dan Kreativitas

Belungguk Point dirancang sebagai oase bagi dua pilar utama, anak muda dan UMKM.*

1. Panggung Ekspresi

Di salah satu sudut utama, sebuah panggung terbuka menanti para pemusik, penyair, dan penari lokal untuk unjuk gigi setiap malam Minggu.

2. Food Truck Fest

Lupakan pedagang kaki lima yang tak beraturan. Di sini, UMKM naik kelas dengan konsep food truck yang tertata rapi, menawarkan kuliner lokal hingga kekinian.

Car Free Night: Malam Milik Pejalan Kaki

Keunikan lain yang ditunggu-tunggu adalah kebijakan Car Free Night (CFN) setiap malam Sabtu. Suara bising knalpot akan digantikan oleh tawa warga dan alunan musik jalanan. Begitu pula saat Minggu pagi, Car Free Day (CFD) akan mengubah kawasan ini menjadi sirkuit bagi pecinta sepeda, sepatu roda, dan skateboard.

Menuju Peresmian Akbar

Gema 500 alat musik Dol direncanakan akan menggetarkan Belungguk Point pada malam peresmiannya, 27 Desember 2025 mendatang.

Peristiwa ini bukan sekadar perayaan fisik, melainkan simbol lahirnya semangat baru bagi warga Bengkulu untuk kembali “belungguk” (berkumpul), merayakan kreativitas, dan bangga akan identitas budaya mereka sendiri.

Kini, warga hanya tinggal menghitung hari untuk bisa menikmati kemegahan baru ini. Belungguk Point bukan sekadar tempat singgah, ia adalah jantung baru yang akan memompa semangat kreativitas Bengkulu ke seluruh nusantara. (MCKB R.Novri)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!