Bengkulu, InfoPublik – Wajah Kota Bengkulu kini semakin cantik dan sarat akan makna budaya. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi memperkenalkan Belungguk Point, sebuah kawasan ikonik di Jalan S. Parman yang mengusung konsep kearifan lokal secara total. Bukan sekadar pedestrian biasa, Belungguk Point hadir dengan terobosan kreatif yang diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di dunia. Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah lantainya. Jika trotoar biasanya hanya berupa semen atau ubin polos, di Belungguk Point, sepanjang jalur pedestrian dilukis dengan motif Batik Besurek.
“Ini adalah satu-satunya di dunia. Kita ingin menunjukkan bahwa Bengkulu adalah pelopor dan pemilik asli motif Besurek. Sekarang, warga bisa berjalan di atas karya seni yang menjadi kebanggaan kita,” ujar Dedy, Senin (22/12). Keunikan tidak berhenti di situ. Dedy menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu ingin meninggalkan kesan kaku pada fasilitas publik. Di kota-kota besar lain, pembatas trotoar biasanya berbentuk bola semen (bollard). Namun, di Bengkulu, pembatas tersebut diganti dengan ornamen berbentuk Alat Musik Dhol.
“Sepanjang jalan kita pasang ornamen Dhol dari semen. Selain berfungsi mencegah kendaraan naik ke trotoar, ornamen ini juga bisa dijadikan tempat duduk santai bagi warga yang ingin menikmati suasana kota,” tambahnya. Kawasan ini diprediksi akan menjadi titik kumpul favorit baru, terutama pada malam hari. Estetika Belungguk Point diperkuat dengan instalasi lampu jalan yang juga dilukis dengan motif Besurek, menciptakan suasana hangat nan artistik.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar Pemerintah Kota Bengkulu untuk memastikan setiap pembangunan infrastruktur di masa depan tidak kehilangan identitas budaya. “Intinya, pembangunan ke depan harus bermuatan kearifan lokal. Kita ingin tamu yang datang langsung merasakan keistimewaan Bengkulu begitu menginjakkan kaki di sini,” pungkas Dedy. Bagi warga yang ingin merayakan suasana baru, Belungguk Point siap menjadi destinasi pilihan untuk bersantai sembari berfoto dengan latar belakang budaya yang kental. Mela kito ke Belungguk Point. (MCKB R.Novri)
