Bengkulu, InfoPublik – Memperingati Hari Bhakti PU ke-80, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII menggelar kegiatan bersih sungai dan penanaman pohon yang berlangsung di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, tepatnya di kawasan Sungai Hitam, Jumat (21/11).

Pihak-pihak terkait, mulai dari Unsur Forkopimda, jajaran Pemkot Bengkulu, jajaran BWS Sumatera dan stakeholder lainnya turun langsung ke lapangan dalam upaya kebersihan ini.

Walikota Bengkulu diwakili Plt Asisten III Sahat Marulitua Situmorang mengapresiasi giat yang digalakkan BWS Sumatera VII. Giat ini membuktikan komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menjaga lingkungan.

“Kita pemerintah, baik pusat maupun daerah sepakat untuk saling mendukung bagaimana menciptakan lingkungan hidup yang kembali hijau, dengan pohon-pohon tumbuh,” ujar Sahat.

Selain itu, masalah kondisi sungai yang kotor akibat sampah dan lumpur turut menjadi perhatian. Pentingnya menjaga ekosistem hulu sungai ditekankan sebagai kunci untuk mengatasi persoalan tersebut.

Untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai, Sahat mengajukan sebuah ide kepada jajaran BWS untuk menjadikan sungai sebagai pusat kegiatan publik.

“Tadi kita tawarkan mudah-mudahan kementerian PU melalui Balai Sungai mencoba cara ini yakni lomba perahu dayung, kemudian di daerah Kampung Melayu juga ada sungai yang bisa digunakan untuk perlombaan-perlombaan,” ungkapnya.

Lomba perahu dayung lokal diyakini dapat menjadi daya tarik yang membuat warga secara otomatis ikut serta menjaga kebersihan sungai.

“Kalau itu sudah menjadi perlombaan dan di situ menjadi banyak kunjungan otomatis warga ikut serta nanti menjaga supaya tidak banyak sampah kalau bisa airnya bersih, bisa dipakai untuk kepentingan lain,” tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala BWS Sumatera VII Wiel Mushawiry Suryana menjelaskan, aksi nyata ini untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan pembersihan sungai dan penanaman pohon.

Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang dilakukan di 38 provinsi di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ekosistem alam.

Secara simbolis, BWS melakukan penanaman sekitar 50 pohon kelapa di area Sungai Hitam. Namun, kegiatan ini tidak terbatas pada satu jenis pohon saja dan akan dilakukan diberbagai titik lainnya.

“Pohon kelapa yang ditanam ada sekitar 50, tetapi ada di tempat-tempat lain dan pohon-pohon lain juga, bukan hanya kelapa saja tetapi ada juga tanaman lain yang punya nilai jual juga, yang bisa untuk menjaga ekosistem tanah segala macam,” tambah Wiel.

Menutup kegiatan, Wiel menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Kerusakan akibat sampah plastik yang sulit terurai menjadi ancaman nyata yang harus diatasi bersama.

“Mari kita jaga sungai sebagai salah satu sumber air, sumber kehidupan. Jangan buang sampah ke sungai apalagi sampah-sampah yang susah terurai seperti plastik dan lainnya. Kemudian juga ikut menjaga misalnya ada kegiatan bersih-bersih masyarakat juga bisa ikut dilibatkan,” imbuhnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat Bengkulu akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar untuk masa depan yang lebih baik. (**)

Dok : Tama – Prenkki

error: Content is protected !!